
CIREBON – Transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menuju pusat keunggulan sains digital Islam semakin di depan mata. Pada Selasa (8/9/2026), tim verifikator dari Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) meninjau langsung kesiapan infrastruktur dan fasilitas pembentukan Fakultas Sains, Teknologi, dan Industri Halal (FASTIH). Sebagai pilar utama di fakultas masa depan ini, Program Studi Bioteknologi membuktikan bahwa ekosistem risetnya—baik fasilitas fisik maupun digital—telah sepenuhnya siap beroperasi untuk menjawab tantangan industri halal global.
Dalam agenda visitasi komprehensif tersebut, tim Kemenag RI tidak sekadar memeriksa dokumen kelayakan administrasi, tetapi juga memvalidasi kondisi nyata di lapangan. Peninjauan ini menjadi momentum strategis bagi Prodi Bioteknologi untuk mendemonstrasikan kesiapan fasilitas pembelajaran, khususnya kelengkapan laboratorium bioteknologi terapan yang terintegrasi dengan ekosistem siber.
“Verifikasi faktual oleh Kemenag RI membuktikan bahwa cetak biru dalam dokumen usulan selaras dengan realitas fasilitas kami. Laboratorium Prodi Bioteknologi telah kami siapkan secara matang untuk memfasilitasi riset-riset strategis, seperti identifikasi biomolekuler berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi kehalalan produk. Ini adalah komitmen mutlak kami dalam menghadirkan inovasi sains yang sejalan dengan prinsip halalan thayyiban (suci, aman, dan menyehatkan),” ungkap perwakilan Prodi Bioteknologi di sela-sela pendampingan visitasi yang turut dihadiri jajaran pimpinan rektorat dan Tim Pengembang FASTIH.
Sejalan dengan identitas UIN Siber Cirebon sebagai pelopor pendidikan jarak jauh berbasis teknologi, infrastruktur Bioteknologi dirancang dengan pendekatan hibrida. Fasilitas luring (luar jaringan) disiapkan secara presisi untuk praktik tingkat tinggi seperti rekayasa genetika (manipulasi materi genetik organisme hidup). Di sisi lain, infrastruktur cloud computing (komputasi awan) dan virtual lab (laboratorium virtual berbasis simulasi komputer) dimaksimalkan untuk mendukung kajian bioinformatika (penggunaan mahadata untuk memecahkan masalah biologis). Transformasi siber ini menjamin mahasiswa dapat merancang molekul fungsional atau menganalisis data genomik secara real-time dari berbagai daerah tanpa dibatasi ruang geografis.

Melalui peninjauan kesiapan fasilitas yang berjalan lancar ini, Prodi Bioteknologi UIN Siber Cirebon semakin mantap untuk segera mengambil peran sentral dalam naungan FASTIH. Dengan paduan fasilitas riset mutakhir dan komitmen terhadap kemaslahatan umat, prodi ini diproyeksikan akan melahirkan generasi saintis muslim kelas dunia yang tidak hanya mumpuni secara digital, tetapi juga menjadi benteng penjaga integritas produk halal di tingkat internasional.