Studium Generale Bioteknologi UIN SSC: Membedah Riset & Autentikasi Produk untuk Perkuat Kompetensi Industri Halal Berbasis Digital

Program Studi S1 Bioteknologi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Studium Generale bagi mahasiswa baru untuk memperkuat wawasan mendalam mengenai riset dan autentikasi produk halal. Kegiatan ini mengintegrasikan bioteknologi molekuler modern dan pemanfaatan ekosistem siber guna mencetak lulusan yang unggul, inovatif, serta berkarakter keislaman.

CIREBON — Program Studi S1 Bioteknologi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menggelar kegiatan Studium Generale (kuliah umum) yang berfokus pada penguatan kompetensi riset dan autentikasi produk halal. Acara akademik ini dirancang khusus untuk membekali mahasiswa baru dengan wawasan mendalam mengenai integrasi sains modern, teknologi siber, dan prinsip-prinsip keislaman dalam ekosistem industri halal global.

Di tengah meningkatnya permintaan global terhadap jaminan produk halal—mulai dari sektor pangan, farmasi, hingga kosmetika—kehadiran program studi ini menegaskan komitmen institusi sebagai pelopor cyber university di Indonesia. Dalam forum Studium Generale tersebut, para mahasiswa diajak memahami bagaimana disiplin ilmu bioteknologi molekuler berperan vital dalam mendeteksi kehalalan suatu produk secara akurat, transparan, dan terukur.

Hadir sebagai narasumber utama, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ir. Yuny Erwanto, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., memaparkan materi mendalam mengenai urgensi sains halal di era modern. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa sains halal memegang peranan krusial untuk melindungi konsumen muslim sekaligus memastikan standar halalan thayyiban terpenuhi secara ilmiah di tengah rantai pasok global yang semakin kompleks.

Lebih lanjut, Prof. Yuny mengupas tuntas penerapan teknologi mutakhir dalam pengujian produk, salah satunya penggunaan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk autentikasi halal. Melalui teknik amplifikasi DNA ini, molekul spesifik dari bahan yang diuji dapat dideteksi secara presisi guna mengidentifikasi ada atau tidaknya kandungan bahan haram seperti DNA babi atau kontaminasi zat non-halal lainnya dalam produk pangan, farmasi, maupun kosmetik.

Ketua Program Studi Bioteknologi UIN Siber Cirebon menjelaskan bahwa pemahaman komprehensif mengenai halalan thayyiban harus ditanamkan sejak dini kepada civitas akademika, khususnya mahasiswa baru. Melalui pemanfaatan perangkat analitik digital, pemodelan komputasi, serta bioinformatika, mahasiswa dipersiapkan menjadi tenaga profesional yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu melakukan hilirisasi riset untuk kemaslahatan umat.

Pendekatan berbasis siber yang diusung UIN Siber Cirebon memberikan keunggulan kompetitif berupa efisiensi riset dan jangkauan kolaborasi lintas sektor yang lebih luas. Dengan mengintegrasikan kecanggihan teknologi digital dan nilai-nilai etika Islam, kuliah umum ini sukses membakar semangat mahasiswa baru untuk menjadi pelopor inovator sains yang berintegritas tinggi serta berdaya saing internasional.

Topik Terkait:
#biotek #halal #autentikasi halal
Keterkaitan SDGs:
SDGs 1 - No Poverty SDGs 3 - Good Health and Well-being SDGs 4 - Quality Education
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas